Jumat, 02 Mei 2014

Budaya Dasar dan Revolusi Budaya

BUDAYA DASAR DAN REVOLUSI BUDAYA 

A.                  Ilmu Budaya Dasar
·         Definisi Ilmu Budaya Dasar
I
lmu Budaya Dasar atau IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk menyelesaikan masalah-masalah dan kebudayaan atau dapat diartikan sebagai suatu ILMU yang mempelajari tentang dasar-dasar Kebudayaan, Dan Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai-nilai yang ada di masyarakat .
Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan. Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang ‘akan bisa menjadi lebih manusiawi dan lebih berbudaya. Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya.
Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pe­ngetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni musik, seni rupa, seni sastra dan lain-lain. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan di atas, adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan poerkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasa! dari ber­bagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

1.       Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui segala aturan yang terdapat di dalam alam semesta.

2.       Ilmu-ilmu sosial ( social scince )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia, baik antar individu atau kelompok (komunitas).

3.       Pengetahuan budaya ( the humanities )
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataankenyataan yang bersifat unik.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya daar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.


·         Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
                Ilmu budaya dasar memiliki dua ruang lingkup, yaitu:
                       
1.     Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.

2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD.



B.                  Revolusi Budaya

·         Pengertian Revolusi Budaya

Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika dan membangun.
               
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Jadi revolusi budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat dalam waktu yang cukup lambat.


·         Beberapa Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Revolusi Kebudayaan

1.         Lingkungan Alam Fisik
Terjadinya berbagai bencana alam di berbagai daerah menyebabkan masyarakat yang mendiami daerah-daerah itu terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Apabila mereka mendiami tempat yang baru, mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam yang baru yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga organisasi mereka, misalnya penduduk dari daerah pantai mengungsi ke daerah gunung karena bencana Tsunami. Mereka harus beradptasi dengan lingkungan baru yang cuacanya lebih dingin dibandingkan di pantai. Selain itu mereka harus mencari mata pencaharian baru. Jika di pantai mereka berkerja sebagai nelayan maka di gunung mereka bisa menjadi petani atau berkebun. Penyebab yang bersumber pada lingkungan alam fisik kadang-kadang ditimbulkan oleh tindakan masyarakat itu sendiri.



2.       Perang 
Peperangan dengan negara lain memicu perubahan-perubahan karena negara yang menang akan memaksakan kebudayaan atau ideologi negaranya pada negara yang kalah. Maka, siapa yang kuat berarti ia berhak berkuasa dan yang kalah harus tunduk kepadanya. Hal itu dilakukan karena negara tersebut ingin memperluas wilayah kekuasaannya. Perang yang terjadi sangat lama juga menyebabkan berubahnya tingkat kesejahteraan pada orang-orang yang mendapatkan dampak peperangan tersebut.

3.       Kebudayaan Masyarakat Lain 
Kebudayan yang disebarkan oleh bangsa lain dapat mengakibatkan revolusi. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua kelompok masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik, yakni masing-masing masyarakat dapat memengaruhi masyarakat lainnya. Apabila pengaruh dari masyarakat tersebut diterima tidak karena paksaan, hasilnya dinamakan demonstration effect. Proses penerimaan pengaruh kebudayaan asing di dalam antropologi budaya dinamakan akulturasi. Apabila salah satu dari 2 kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih tinggi, maka yang terjadi adalah proses imitasi, yaitu peniruan terhadap unsur-unsur kebudayaan lain. 
Namun tak hanya tak sampai disitu saja ketika kita membicarakan perubahan keadaan budaya itu, karena tentunya berhubungan dengan perubahan struktur sosial dari masyarakat tersebut. Sebagai contoh, di Indonesia, generasi muda kita lebih senang menghabis waktu di pusat perbelanjaan seperti di Mall dari pada harus belajar disekolah ataupun dirumah. generasi muda kita juga sudah sangat lekat dengan berbudaya berpakaian yang kurang pantas untuk digunakan yang tidak mencerminkan kebudayaan timur di negeri kita. Mereka lebih senang bergaya ala kebarat-baratan dan menganggap budayanya sendiri "aneh".  Bahkan kini sudah banyak dari anggota masyarakat yang berasal dari suku budaya tertentu yang sudah meninggalkan kebudayaan asli sukunya yang seharusnya menjadi identitas kebudayaannya tersebut.






Kamis, 16 Januari 2014

Kunjungan ke Museum Layang-Layang





Assalamualay’kum WR.WB



Jumat lalu saya diberi tugas oleh dosen mata kuliah softskill untuk berkunjung ke museum dan membuat karya tulis tentang kunjungan saya ke museum. Memang banyak sekai museum di daerah DKI Jakarta, akhirnya saya memutuskan untuk berkunjung ke museum Layang-layang yang berada di Jl. Hj Kamang No. 38, Cilandak, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Dengan membayar tiket sebesar Rp. 10.000 kita sudah bisa menikmati beberapa fasilitas yang diberikan yaitu menonton film tentang layang-layang, kunjungan ke museum dan membuat layang-layang.

Museum layang-layang  berdiri pada tanggal 23 Maret 2003 yang didirikan oleh Endang W. Puspoyo. Beliau menekuni dunia layang-layang sejak tahun 1985. Berbagai kegiatan dan lomba-lomba dalam negeri maupun luar negeri telah diikutinya dan beliau juga telah mendapatkan banyak prestasi selama menekuni dunia layang- layang.

Layang-layang , Layangan atau Wau (dalam bahasa melayu) adalah permainan tradisional yang berasal dari Indonesia. Namun beberapa orang masih menganggap bahwa layang-layang berasal dari China. Sebenarnya layang-layang memanglah berasal dari Indonesia, hal itu dibuktikan dari penemuan lukisan gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara pada abad ke-17. Seiring berkembangnya zaman, layang-layang mulai menyebar ke seluruh asia hingga ke eropa.

Layang-layang memiliki 2 bentuk yaitu dua dimensi dan tiga dimensi. Layang-layang dua dimensi tidak memiliki ruang (volume) sehingga layang-layang ini lebih mengutamakan motif dibandingkan betuknya. Sedangkan layang-layang tiga dimensi memiliki ruang (volume). Layang-layang tiga dimensi membentuk suatu objek yang mirip dengan aslinya, walaupun begitu layang-layang tiga dimensi juga harus dapat diterbangakan.



Contoh Layang-layang 2 dimensi


Contoh Layang-layang 3 dimensi

Layang-layang memiliki beberapa tipe. Yang paling umum adalah layang-layang hias dan layang-layang aduan. Selain itu terdapat layang-layang yang diberi sendaringan sehingga dapat mengeluarkan suara saat dimainkan. Biasanya layang-layang dimainkan pada cuaca cerah di bulan Maret - Agustus.

Namun di beberapa daerah layang-layang berfungsi sebagai alat untuk ritual tertentu, misalnya di daerah Kalimantan. Di Kalimantan layang-layang di gunakan sebagai penanda bahwa sedang ada yang melangsungkan pesta pernikahan. Orang-orang disana menyebutnya dandang. Terdapat dua dandang untuk merayakan pernikahan tersebut yaitu dandang laki untuk mempelai pria dan dandang bini untuk mempelai wanita. Kedua pasangan suami istri tersebut harus memainkan dandang pada saat pesta pernikahan.



Layang-layang dibelakang adalah dandang laki


Beda lagi di daerah Pangandaran, layang-layang digunakan untuk menangkap kelalawar besar yang ada di gua. Karena fungsinya untuk menangkap kelalawar, maka layang-layang ini diterbangkan pada saat menjelang malam hari.

 Untuk di daerah pesisiran layang-layang dapat digunakan sebagai alat penangkap ikan dengan memanfaatkan kekuatan angin. biasanya para nelayan menangkap ikan patin, ikat cucut dan ikan kwe dengan layangan ini.



Layang-layang untuk menangkap ikan


 Selain itu ada juga layang-layang yang difungsikan untuk olahraga. Biasanya layang-layang yang digunakan berukuran seperti parasut yang besar dan menggunakan 4 tali. Untuk memainkan layangan-layang olahraga kita dapat menggunakan alat seperti sepeda atau skate board yang fungsinya untuk mengendalikan layang-layang. Dengan alat ini kita tidak akan kehilangan kendali pada saat memainkan layang-layang.




Dan ini beberapa gambar layang-layang lainnya:





Semua layang-layang yang ada di museum sudah pernah diterbangkan di berbagai perlombaan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sebagian besar layang-layang ini mendapatkan juara di kelasnya masing-masing. Biasanya yang di perlombakan adalah desain, motif dan ketahanan dari layang-layang tersebut. Di Indonesia perlombaan layang-layang diadakan setiap setahun sekali. Biasanya perlombaan diadakan pada saat musim panas yaitu antara bulan Maret sampai dengan bulan Agustus.

Sebenarnya masih banyak sekali jenis layang-layang yang ada di dalam negeri maupun diluar negeri dan masih banyak yang ingin saya bahas tentang layang-layang. Tulisan yang diatas hanyalah kesimpulan dari hasil kunjungan saya ke museum layang-layang. Semoga dengan adanya tulisan ini kita dapat mewariskan salah satu budaya Indonesia serta dapat melestarikannya! :)




Kamis, 24 Oktober 2013

PELESTARIAN LINGKUNGAN (Tugas Soft Skill)


LANGKAH KECIL UNTUK PELESTARIAN LINGKUNGAN


Kesadaran kita untuk menjaga lingkungan sangatlah diperlukan mengingat semakin berkembangannya berbagai pencemaran lingkungan. Padahal menjaga lingkungan tidak hanya menanam beribu-ribu pohon, mengurangi pemakaian bahan bakar dan sebagainya. Mungkin semua itu adalah hal yang sangat besar untuk dilakukan dan memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga mengurungkan niat kita untuk menjaga lingkungan.
Kita sering mendengar pepatah “Mulailah sesuatu dari yang terkecil sehingga menghasilkan hal yang besar”. Pepatah tersebut dapat membantu kita menjaga kelestarian lingkungan dengan melakukan hal yang terkecil dan sederhana sekalipun. Jika seluruh manusia di dunia ini melakukan hal tersebut, maka akan menghasilkan perubahan lingkungan yang sangat besar. Bagaimana caranya kita melestarikan lingkungan mulai dari hal yang terkecil atau sederhana? Check This Out!

1.    RECYCLE
Daur ulang, sesuatu yang paling sederhana untuk menghasilkan perubahn yang besar. Jika kita tidak mendaur ulang suatu barang maka barang tersebut akan terpendam di tanah dan akan terurai berpuluh-puluh tahun kemudian. Misalnya kantong plastik saja membutuhkan waktu sekitar 50 tahun lebih untuk bisa terurai dengan sempurna. Kantong plastik dapat di daur ulang menjadi mainan, hiasan, tas dan lain-lain. Kertas pun dapat di daur ulang menjadi kardus, box dan kertas lagi. Mendaur ulang kertas dapat meningkatkan oksigen karang berkurangnya phon-pohon untuk ditebang. Selain plastic dan kertas, sampah dedaunan, alumunium, besi dan lain-lain dapat di daur ulang juga menjadi kebutuhan rumah tangga.



2.    HEMAT ENERGI
Menghemat energi merupakan langkah kecil untuk melestarikan lingkungan. Misalnya tidak membuang-buang air ketika mandi, mencuci atau memasak. Tahukah kamu jika kita memiliki keran bocor yang bocor satu tetes per detik, yang nilainya sama dengan 650 galon air terbuang per tahun! Padahal air sangat susah didapatkan oleh sebagian orang. Selain air kita harus menggunakan listrik seperlunya, misalnya menggunakan lampu. Matikanlah lampu ketika siang hari dan manfaatkan cahaya matahari sebagai penerangan di rumah. Lalu menggunakan Air Conditioner atau AC dengan bijak. Gunakan AC dengan suhu diatas 25ᵒ untuk meminimalisir penggunaan CFC yang berlebihan. Selain menghemat energi kita juga menghemat tagihan listrik kita. Bermanfaat bukan?




3.    GUNAKAN PRODUK RAMAH LINGKUNGAN
Pada saat membeli peralatan makan seperti piring, sendok, garpu, kotak makan dan sebagainya pastikan semua peralatan tersebut menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Peralatan tersebut tidak boleh mengandung unsur-unsur berbahaya seperti racun, melamin  dan lain-lain. Karena, selain berbahaya untuk lingkungan, produk-produk tersebut juga berbahaya untuk tubuh kita.




4.    KURANGI PEMAKAIAN KENDARAAN PRIBADI
Mengurangi pemakaian kendaraan pribadi menjadi langkah berikutnya. Mulailah dari sekarang untuk membiasakan menggunakan transportasi umum yang ada. Karena semakin banyak kendaraan, semakin banyak polusi yang dihasilkan. Menggunakan transportasi juga membantu menghemat BBM yang semakin lama semakin sedikit jumlahnya, serta menghemat pengeluaran pemerintah untuk memsubsidi BBM. Selain menggunakan transportasi umum kita juga bisa menggunakan sepeda untuk berpergian jarak dekat, misalnya ke sekolah, kantor, tempat les dan lain-lain.




5.    SALING MENGINGATKAN PENTINGNYA MENJAGA LINGKUNGAN
Setelah kita berhasil melakukan langkah-langkah tersebut ada baiknya kita mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan ke semua orang. Ajak semua orang untuk mencintai lingkungannya sendiri, mulai dari keluarga, saudara, teman, sahabat dan pacar pun harus kita ajak untuk peduli terhadap lingkungan. Kita bisa mengajak mereka melalui mulut ke mulut, penyuluhan, bahkan melalui media social seperti Facebook, Twitter, Instagram dan media social lainnya.




Alam adalah anugerah yang paling besar yang diberikan oleh Tuhan YME. Hutan  memberikan kita udara segar, sungai memberikan kita air yang bersih, dan semua yang ada di dalamnya memberikan berjuta manfaat untuk manusia. Oleh karena itu kita harus menjaga dan merawat semua yang ada di alam ini. Lakukan perbuatan kecil untuk perubahan yang besar. Kelak apa yang kita lakukan sekarang akan menjadi warisan untuk anak cucu kita dimasa yang akan datang.


GO GREEN FOR A BETTER FUTURE!



Rabu, 23 Oktober 2013

ALAT UKUR LISTRIK (Tugas Soft Skill)

Alat Ukur Listrik

Alat ukur listrik terdiri atas beberapa macam bergantung pada jenis besaran listrik yang akan diukur. Contohnya adalah sebagai berikut:

1.      Alat ukur arus listrik adalah Amperemeter
Untuk nilai arus listrik yang lebih kecil biasa digunakan miliamperemeter, atau bahkan galvanometer sesuai dengan batas ketelitian yang diinginkan. Pemasangan amperemeter dalam rangkaian listirk diserikan dengan rangkaian yang sedang diukur arus listriknya.


            (Gambar Amperemeter)

2.     Alat ukur beda potensial (tegangan listrik) adalah voltmeter
Untuk nilai tegangan yang lebih kecil kita juga biasa menggunakan milivoltmeter, mikrovoltmeter, nanovoltmeter sesuai dengan batas ketelitian yang diinginkan. Cara menggunakan voltmeter dipasang pararel dengan alat yang beda potensialnya akan diukur.

        
                (Gambar Voltmeter)



3.     Alat ukur daya listrik adalah wattmeter
Sebenarnya wattmeter adalah gabungan dari alat ukur listrik dengan alat ukur tegangan listrik, namun dirancang sedemikian rupa sehingga menunjukkan nilai daya listrik yang terpakai.


(Gambar Wattmeter)


4.    Alat ukur energy listrik adalah watt jam (Wh/kWh)
Alat ukur listrik yang terpasang di setiap rumah pada dasarnya adalah alat ukur energy listrik, bukan alat ukur daya listrik terpasang yang sering biasa dipahami masyarakat awam. Angka penunjuk pun menunjukkan nilai energy yang terpakai dalam rentang waktu tertentu.


5.     Alat ukur hambatan listrik adalah ohm-meter
Karena nilai hambatan listrik biasanya lebih besar dari 1 ohm (Ω), maka skala yang ada dalam sebuah ohmmeter biasanya mulai x1 Ω, x10 Ω, x1K Ω. Dismping itu, ada pula alat ukur hambatan yang lebih teliti daripada ohmmeter biasa, yaitu jembatan wheatstone.


(Gambar Ohmmeter)

6.    Multimeter

Mutimeter merupakan gabungan dari alat-alat ukur listrik yang dapat mengukur ampere, volt, watt,watt jam dan ohm meter dalam satu alat sekaligus.

                                                        


            (Gambar Multimeter)