Minggu, 02 November 2014

Pariwisata Kota Tangerang Selatan - Kelenteng Boen Hay Bio

Kelenteng Boen Hay Bio


Kota Tangerang Selatan adalah salah satu kota di provinsi Banten. Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu suku Sunda, suku Betawi, dan suku Tionghoa.Etnis Tionghoa merupakan salah satu etnis yang tertua dan besar di Tangerang Selatan. Kelenteng Boen Hay Bio merupakan bukti keberadaan etnis Tionghoa yang ada di Tangerang Selatan. Kelenteng Boen Hay Bio terletak di jalan Pasar Lama Serpong RT014/015 Desa Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan. Kelenteng Boen Hay Bio dibuat pada tahun 1694 sebagai tempat ibadah umat Budha.

Boen Hay Bio memiliki arti yaitu Kuil Samudera Tanpa Batas, dengan posisi kuil menghadap utara atau menghadap ke arah laut. Pada gerbang Klenteng terdapat patung kepiting besar. Menurut kebudayaan Cina, kepiting dipercaya dapat melindungi serta mengusir roh-roh jahat yang bergentayangan. Selain patung kepiting terdapat tulisan “Vihara Karunalaya, Boen Hay Bio, Serpong”.Kelenteng Boen Hay Bio bertuan rumah Kongco Kwan Kong (Kwan Sen Tee Kun) atau SatyaDharma Bodhisattva(Dewa Pelindung Ajaran) bagi umat Budha. Kelenteng  ini merupakan salah satu dari vihara tiga serangkai tertua di Tangerang, yang dua diantaranya adalah Kelenteng Boen Tek Bio di Pasar Lama kota Tangerang yang didirikan pada tahun 1684 adalah yang tertua. Tuan rumahnya adalah Dewi Kwan Im yang melambangkan kebajikan. Boen Tek Bio sendiri berarti kebajikan setinggi gunung dan sedalam lautan. Selain itu terdapat klenteng lainnya, yakni vihara Boen San Bio (melambangkan gunung) yang dibangun tahun 1689 di kawasan Pasar Baru. Jadi, pembangunan ketiga klenteng ini masing-masing berselisih lima tahun.

Kelenteng Boen Hay Bio berulang tahun setiap tanggal 24 bulan keenam (Lak Gwee) dalam sistem kalender China, atau tanggal 4 Agustus 2010 menurut penanggalan masehi. Hari jadi sebuah vihara sendiri didasarkan pada tuan rumah masing-masing tuan rumah klenteng. Pada hari ulang tahun vihara, ribuan jemaat mengunjungi klenteng untuk beribadah dan meminta keberkahan.

Warna merah yang menghiasi bangunan Klenteng Boen Hay Bio yang sudah berusia 300 tahun ini memiliki arti semangat, keberanian dan kejujuran. Di bagian tiang utama klenteng terdapat dua naga. Selain itu di bagian kiri dan kanan klenteng terdapat menara lima tingkat untuk membakar kertas mantra serta tambur raksasa yang biasa digunakan pada saat tahun baru atau acara-acara tertentu.


Di dalam kelenteng Boen Hay Bio terdapat 11 altar pemujaan. 1 altar untuk pemujaan Tuhan dan 10 altar lainnya untuk pemujaan dewa dan dewi. Dewa dewi tersebut adalah Kwan Im Pho Sat, Hok Tek Ceng Sin, Kong Tek Cun Ong, Lao Tze, Erl Lang Sen, Ciu Thian Sian Ni, Thay Swee Ya, Altar Dewa-Dewi,Tho Ti Kong, dan Sakyamuni.

1. Kwan Im Po Sat
     Kwan Im atau kwan she im po Sat adalah seorang Bodhisatva yang melambangkan kewelas-asihan dan penyayang. Pada masa dinasti tang, Kwan Im dikenal sebagai seorang laki-laki. Seiring berjalannya waktu memasuki dinasti yuan, sosok kwan im lebih dikenal sebagai perempuan sampai pada dinasti ming.

2. Hok Tek Ceng Sin
      Hok Tek Ceng Sin adalah dewa Bumi yang melambangkan kepandaian, kebijaksanaan dan berhati mulia.

3. Kong Tek Cun Ong
         Adalah Dewa Pelindung Masyarakat Lam Oa {Mandarin = Nan An}, karena beliau berasal dari kota Qian Zhou. Kong Tek Cun Ong dikenal juga sebagai Raja Mulia yang Memberikan Berkah Melimpah.

4. Lao Tze
         Merupakan ahli filsafat yang terpopuler dan juga merupakan pendiri Taoisme.

5. Erl Lang Sen
       Menurut sejarah, Er Lang Shen (Ji Long Sin) adalah putra dari seorang gubernur dari propinsi Sichuan yang hidup pada jaman Dinasti Qin, dengan nama Li Bing.

6. Ciu Thian Sian Ni
      Seperti yang sudah umat TAO ketahui, Jiu Tian Xuan Nu merupakan salah satu Dewi Besar TAO. Jiu Tian Xuan Nu adalah Dewi yang sering membantu pahlawan-pahlawan. Maka dari itu dia juga disebut sebagai Dewi Perang.

7. Thay Swee Ya
        Adalah salah satu dari Dewata2 Bintang. Masing2 Dewata Bintang menguasai nasib seseorang dalam setahun. Konon Thay Swee Ya dapat mengusir kesialan seseorang yang menyembahnya.

8. Tho Ti Kong
        Dewa Tho Ti Kong atau Fuk Te Cen Sen adalah Dewa Bumi, Beliau merupakan salah satu dewa yang tertua usianya. Beliau adalah dewa yang bijaksana dan peduli terhadap rakyatnya.

9. Sakyamuni
         Sakyamuni Buddha memiliki arti yaiyu Buddha dari suku Sakya. Sakyamuni Buddha umumnya ditampilkan dalam posisi duduk bermeditasi. Ciri utamanya adalah benjolan di atas kepalanya, yang seolah-olah seperti memakai konde, dan rambutnya keriting pendek, berputar kearah kanan. Tradisi Theravada menampilkan dengan jubah yang terbuka pada bagian bahu sebelah kanan, sedangkan tradisi Mahayana menampilkan dengan jubah yang terbuka pada bagian tengah dada.

Selain untuk tempat ibadah, kelenteng Boen Hay Bio juga dapat digunakan untuk mengadakan kegiatan sosial seperti pembagian sembako kepada kaum yang kurang mampu, pemeriksaan kesehatan, pembagian obat-obat, mengadakan kegiatan penidikan untuk anak-anak serta mengadakan pesta rakyat dan perayaan tahun baru Cina atau imlek. Kelenteng Boen Hay Bio juga dapat digunakan untuk tempat latihan dan pertunjukan barongsai.



Minggu, 26 Oktober 2014

KONDISI HUTAN DI INDONESIA

Kondisi Hutan di Indonesia




Hutan adalah suatu wilayah yang memiliki banyak tumbuh-tumbuhan lebat yang berisi antara lain pohon, semak, paku-pakuan, rumput, jamur dan lain sebagainya serta menempati daerah yang cukup luas.

Hutan memiliki banyak manfaat untuk kita semua. Hutan merupakan paru-paru dunia (planet bumi) sehingga perlu kita jaga karena jika tidak, maka hanya akan membawa dampak yang buruk bagi kita di masa kini dan masa yang akan datang.
Manfaat hutan dalam berbagai aspek:

1. Manfaat/Fungsi Ekonomi
- Hasil hutan dapat dijual langsung atau diolah menjadi berbagai barang yang bernilai tinggi.
- Membuka lapangan pekerjaan bagi pembalak hutan legal.
- Menyumbang devisa negara dari hasil penjualan produk hasil hutan ke luar negeri.

2. Manfaat/Fungsi Klimatologis
- Hutan dapat mengatur iklim
- Hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen bagi kehidupan.

3. Manfaat/Fungsi Hidrolis
- Dapat menampung air hujan di dalam tanah
- Mencegah intrusi air laut yang asin
- Menjadi pengatur tata air tanah

4. Manfaat/Fungsi Ekologis
- Mencegah erosi dan banjir
- Menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah
- sebagai wilayah untuk melestarikan kenaekaragaman hayati

Hutan Indonesia adalah salah satu hutan tropis terluas yang menjadi paru-paru dunia. Keanekaragaman hayati di hutan tropis Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia. Keanekaragaman hayati ini diharapkan dapat bertahan hingga ke generasi yang akan datang. Namun hal itu sangatlah sulit terwujud, karena dalam 50 tahun terakhir, Indonesia telah kehilangan lahan hutan dataran rendah sebesar 64 juta hektar atau 40% dari luas sebelumnya. Sejak tahun 1996, Indonesia mengalami laju kehilangan lahan hutan sebesar  hampir 2 juta hektar per tahun.

Setiap tahun hutan di Indonesia kehilangan lahan hutan seluas lebih dari 3 kali wilayah DKI Jakarta, atau 6 kali luas lapangan sepak bola setiap menitnya. Pengelolaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang tidak diawasi dengan ketat dan tidak dijalankan dengan bijak menyebabkan Indonesia kehilangan lahan hutan sebesar 17,4 juta hektar di tiap wilayah terutama di tiga pulau besar yaitu Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi sejak tahun 1970.

Beberapa Faktor Penyebab Berkurangnya Lahan Hutan di Indonesia:

1. Kebakaran Hutan.
   
   Kebakaran hutan juga menjadi salah satu faktor berkurangnya lahan hutan di Indonesia. Setiap tahunnya sekitar 9,7 juta hektar lahan hutan hilang akibat kebakaran. Kebakaran terjadi akibat musim kemarau yang panjang yang biasa terjadi di bulan April hingga Agustus. Selain itu kebakaran hutan juga terjadi akibat ulah manusia yang ingin secara instan membuka lahan perkebunan baru. Sering kali pembukaan lahan yang tidak terkendali menyebabkan kebakaran hutan yang sangat luas.

2. Perkebunan Industri dan Pembangunan Rumah.

  Sekitar 2,4 juta hektar lahan hutan ditebang untuk membuat perkebunan kelapa sawit. 9 juta lahan digunakan untuk hutan tanaman industri dan perkebunan warga. Hal ini dilakukan warga karena pegelolaan dan pengolahan hasil perkebunan industri lebih mudah dan efisien dibandingkan dengan pengolahan bahan kayu mentah. Selain itu 4 juta hektar lahan digunakan untuk pertanian tebas bakar, perkebunan rakyat dan pemukiman warga. 

3. Kurangnya Penegakan Hukum.

  Pengurangan lahan hutan juga disebabkan karena kondisi politik nasional dan pasar global. Selain itu penegakan hukum yang kurang tegas menyebabkan longgarnya pengelolaan dan pemanfaatan hutan sehingga sering terjadi kasus pembalakan liar. Para oknum yang tidak bertanggungjawab ini sering mengabaikan peraturan yang telah diberikan, misalnya tidak melakukan tebang pilih, menebang pohon yang melampaui batas serta tidak melakukan penanaman pohon kembali.

4. Bencana Alam.

    Selain faktor ulah manusia, bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi dan angin puting beliung juga menjadi penyebab berkurangnya pohon-pohon dihutan.

Sebagai generasi penerus bangsa dan penerima warisan nenek moyang kita, marilah kita menjaga dan melestarikan hutan-hutan yang ada di Indonesia. Kita bisa memulainya dari hal yang paling kecil hingga hal yang sangat besar.


Kalau Bukan Kita Siapa Lagi? dan Kalo Bukan Sekarang Kapan Lagi?




Kamis, 03 Juli 2014

Manusia & Kasih, Manusia & Tanggung Jawab, Manusia & Harapan

MANUSIA DAN HARAPAN




Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.

Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak.

    Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.


  • Sebab Manusia Punya Harapan



            Menurut  kodratnya  manusia  itu adalah mahluk  sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup. yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya.  Tidak  ada  satu  manusiapun   yang  luput  dari  pergaulan  hidup.  Ditengah-tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun  mental! spiritualnya.  Ada dua hal yang mendorong  orang hidup bergaul dengan  manusia  lain. yakni dorongan  kodrat  dan dorongan  kebutuhan  hidup.

1. Dorongan  kodrat

            Kodrat ialah sitar, keadaan  atau pembawaan  alamiah  yang sudah terjelma  dalam  diri manusia  sejak manusia  itu diciptakan  oleh Tuhan.Misalnya  menangis,  bergembira,  berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan   dan  sebagainya. Setiap manusia  mempunyai kemampuan untuk itu semua.

            Dorongan  kodrat menyebabkan manusia mempunyai  keinginan  atau harapan,  misalnya menangis, tertawa, bergembira dan  sebagainya. Seperti   halnya  orang   yang  menonton Pertunjukan  lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton  tertawa terbahak-bahak.   Apabila  penonton  tidak  tertawa,  harapan  kedua  belah  pihak  gagal,  justru sedihlah  mereka.

            Kodrat  juga   terdapat   pada  binatang   dan  tumbuh-tumbuhan, karena  binatang  dan tumbuhan  perlu makan, berkembang  biak dan mati. Yang mirip dengan  kodrat manusia  ialah kodrat  binatang. walau  bagaimanapun   juga  besar  sekali  perbedaannya.   Perbedaan   antara kedua  mahluk   itu,  ialah  bahwa  manusia   memiliki  budi  dan  kehendak,   Budi  ialah  akal, kemampuan  untuk memilih.  Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan,  sebab bila orang akan memilih,  ia harus mengetahui  lebih dahulu barang yang dipilihnya.  Dengan  budinya  manusia dapat  mengetahui  mana  yang baik dan mana  yang buruk,  mana  yang benar dan mana  yang salah,  dan  dengan  kehendaknya  manusia  dapat  memilih.

            Dalam  diri  manusia  masing-masing sudah  terjelma   sifat,  kodrat pembawaan  dan kemampuan   untuk hidup bergaul, hidup berrmasyarakat  atau hidup bcrsama dengan  manusia lain. Dengan  kodrat  ini, maka  manusia  mempunyai  harapan.

2. Dorongan  kebutuhan  hidup

            Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam  kebutuhan hidup. Kebutuhan   hidup  itu  pada  garis  besarnya  dapat  dibedakan menjadi  kebutuhan  jasmani   dan kebutuhan  rohani. Kebutuhan  jasmaniah  misalnya  : makan,  minum.  pakaian,  rumah.  (sandang,  pangan. dan  papan).  ketenangan,  hiburan,  dan keberhasilan.

            Untuk  memenuhi   semua  kebutuhan  itu manusia  bekerja  sama  dengan  manusia  lain. Hal  ini disebabkan.  kemampuan  manusia  sangat terbatas,  baik  kemampuan   fisik/jasmaniah maupun  kemampuan   berpikirnya.

            Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut  Abraham  Maslow  sesuai dengan kodratnya  harapan  manusia  atau kebutuhan manusia  itu ialah  :

a)    kelangsungan   hidup  (survival)

b)    keamanan  ( safety)

c)    hak  dan  kewajiban  mencintai  dan  dicintai  (beloving  and love)

d)    diakui  lingkungan  (status)

e)    perwujudan   cita-cita (self actualization)



3. Kelangsungan  hidup  (survival)

            Untuk melangsungkan  hidupnya  manusia membutuhkan  sandang, pangan  dan papan(tempat  tinggal). Kebutuhan  kelangsungan  hidup  ini terlihat  sejak  bayi lahir.

         Setiap  bayi  begitu  lahir  di  bumi  menangis;  ia  telah  mengharapkan   diberi  makan/ minum.  Kebutuhan  akan makan/minum   ini terus berkembang  sesuai  dengan  perkembangan hidup  manusia

Sandang,  semula  hanya berupa perlindungan/keamanan,   untuk  melindungi  dirinya  dari cuaca.  Tetapi  dalam  perkembangan   hidupnya,  sandang  tidak  hanya  sebagai  perlindungan keamanan,  tetapi  lebih  cenderung  kepada  kebutuhan  lain.

            Papan  yang  dimaksud  adalah  tempat  tinggal  atau  rumah.  Rumah  kebutuhan   primer manusia,  karena  rumah  itu sebagai  tempat berlindung,  dari panas,  gelap,  dan  sebagainya.

            Untuk  mencukupi  kebutuhan  pangan,  sandang,  dan  papan  itu, maka  manusia  sejak kecil  telah  mulai  belajar.  Dengan  pengetahuan   yang  tinggi  harapan  memperoleh   pangan, sandang,  dan papan  yang layak  akan terpenuhi.  Atau tiap manusia  perlu kerja keras dengan harapan  apa  yang  diinginkan  : pangan,  sandang  dan papan  yang  layak  terpenuhi.

4. Keamanan

            Setiap orang membutuhkan  keamanan.Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan.  Begitu  lahir, dengan  suara tangis, itu pertanda  minta perlindungan. Setelah agak besar,  setiap  anak menangis  dia akan diam  setelah dipeluk  oleh  ibunya.  Setelah  bertambah besar  ia ingin  dilindungi.  Rasa  aman    tidak harus  diwujudkan   dengan  perlindungan  yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi  rasa aman. Dalam  hal ini agama  sering merupakan cara memperoleh    keamanan   moril  bagi  pemiliknya. Walaupun  secara fisik keadaannya  dalam  bahaya, keyakinan  bahwa Tuhan memberikan  perlindungan  berarti sudah memberikan   keamanan  yang diharapkan.

5. Hak  dan  kewajiban mencintai dan dicintai

            Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban.Karena itu tidak jarang anak-anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibu. “Ibu ini kok menganggap Budi masih kecil saja, semua diatur!” ltu suatu pertanda bahwa anak  itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya.

            Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai.Pada saat seperti ini remaja banyak menghayal. Ia telah sadar akan keberadaannya.Pada usia itu, biasanya terjadi konflik batin pada dirinya dengan pihak orang tua. Sebab umumnya remaja mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.

6. Status

            Setiap manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup. Dalam lagu “untuk apa” ada lirik yang berbunyi “aku ini anak siapa, mengapa aku ini dilahirkan”, Dari bagian lirik itu kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa setiap manusia yang lahir di bwni  ini tentu akan bertanya tentang statusnya. Status keberadaannya. Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam negara. Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia Harga diri orang antara lain melekat pada status orang.itu. Misalnya ada anak haram, biarpun anak haram itu tingkah lakunya baik dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuanya, namun masyarakat tetap memberikan cap yang negatif. Bahkan ada orang yang berpendapat jangan memberi makan/pertolongan kepada anak jadah (haram). Alangkah kejamnya manusia itu dengan adanya harapan untuk memperoleh status ini berarti orang menguasai hak milik nama baik, ingin berprestasi, ingin meningkatkan harga diri, dan sebagainya

7. Perwujudan  cita-cita

         Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangakatannya  atau profesinya. Pada  saar itu manusia mengembangkan  bakat  atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.

Manusia & Kasih, Manusia & Tanggung Jawab, Manusia & Harapan

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB



Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menaggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau oerbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Jenis-jenis Tanggung Jawab
          Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu:

1.      Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri

                   Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurut sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak.

2.      Tanggung Jawab Terhadap Keluarga

              Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.

3.      Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

            Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

4.      Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara

                Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara

5.      Tanggung Jawab Terhadap Tuhan

         Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan juga dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab, manusia perlu pengorbanan.

  • Contoh Tanggung Jawab Yang Dimiliki Manusia

  • Terhadap Diri Sendiri
          Misalnya sebagai seorang pelajar kita haruslah mengerti dan menyadari posisi kita untuk senantiasa belajar dan mengerjakan segala pekerjaan rumah dengan penuh dedikasi, karena hal-hal seperti itulah yang akan mempengaruhi kesuksesan kita sendiri pada akhirnya. Hal-hal tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan orang lain, karena yang menentukan jalan hidup kita, masa depan kita adalah kita sendiri.

  • Terhadap Keluarga
        Misalnya seorang anak memiliki tanggung jawab kepada keluarganya untuk selalu menjaga dan melindungi nama baik keluarganya setiap saat dengan cara bertindak dan berperilaku dengan sopan dan santun sesuai dengan aturan yang ada dalam masyarakat dan tidak melanggar aturan-aturan tersebut.

  • Terhadap Masyarakat
          Manusia sebagai makhluk sosial tentunya tidak dapat hidup sendiri dan harus bermasyarakat dengan individu lainnya, oleh karena itu setiap anggota masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam masyarakat misalnya tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan ketentraman di lingkungan masyarakat tersebut.

  • Terhadap Bangsa dan Negara
         Dalam bermasyarakat untuk mencapai tujuan kesejahteraan bersama maka diadakannya kegiatan berbangsa dan bernegara. Dimana masing-masing dari kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk Negara yakni menjaga persatuan dan kesatuan Negara dengan mengikuti hukum dan tata tertib berbangsa dan bernegara yang diterapkan di Negara tersebut.

  • Terhadap Tuhan
         Sebagai makhluk yang telah di ciptakan oleh Tuhan di dunia ini, dilindungi dan dibesarkan, diberikan akal sehat dan berbagai macam rahmat dan karunia-Nya maka kita tentunya memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan segala sesuatu yang telah diberikan-Nya kepada kita dan serta senantiasa mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita dengan cara beribadah dan berdoa kepada-Nya.

Manusia & Kasih, Manusia & Tanggung Jawab, Manusia & Harapan

MANUSIA DAN KASIH SAYANG


A. Pengertian Manusia


            Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

         Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.

             Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.


B. Pengertian Cinta dan Kasih Sayang



  • Cinta    

          Cinta adalah  rasa sangat suka atau sayang atau pun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.

Cinta sama sekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut :
- Cinta bersifat manusiawi
- Cinta bersifat rohaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah
- Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut

Cinta juga selalu menyatakan unsur – unsur dasar tertentu, yaitu :
- Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya
- Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar berdasarkan atas  suka rela
- Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain agar mau membuka dirinya
- Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia 



  • Kasih Sayang


               Erich Fromm dalam bukunya “Semi Mencintai” mengemukakan tentang adanya macam – macam cinta, yaitu :
- Cinta Persaudaraan, diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta Persaudaraan tidak mengenal adanya batas – batas manusia berdasarkan SARA.
- Cinta Keibuan, kasih sayang yang bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya
- Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber dari diri sendiri. Cinta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.
- Cinta terhadap ALLAH.

Jumat, 02 Mei 2014

Budaya Dasar dan Revolusi Budaya

BUDAYA DASAR DAN REVOLUSI BUDAYA 

A.                  Ilmu Budaya Dasar
·         Definisi Ilmu Budaya Dasar
I
lmu Budaya Dasar atau IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk menyelesaikan masalah-masalah dan kebudayaan atau dapat diartikan sebagai suatu ILMU yang mempelajari tentang dasar-dasar Kebudayaan, Dan Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai-nilai yang ada di masyarakat .
Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan. Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang ‘akan bisa menjadi lebih manusiawi dan lebih berbudaya. Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya.
Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pe­ngetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni musik, seni rupa, seni sastra dan lain-lain. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan di atas, adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan poerkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasa! dari ber­bagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

1.       Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui segala aturan yang terdapat di dalam alam semesta.

2.       Ilmu-ilmu sosial ( social scince )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia, baik antar individu atau kelompok (komunitas).

3.       Pengetahuan budaya ( the humanities )
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataankenyataan yang bersifat unik.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya daar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.


·         Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
                Ilmu budaya dasar memiliki dua ruang lingkup, yaitu:
                       
1.     Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.

2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD.



B.                  Revolusi Budaya

·         Pengertian Revolusi Budaya

Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika dan membangun.
               
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Jadi revolusi budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat dalam waktu yang cukup lambat.


·         Beberapa Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Revolusi Kebudayaan

1.         Lingkungan Alam Fisik
Terjadinya berbagai bencana alam di berbagai daerah menyebabkan masyarakat yang mendiami daerah-daerah itu terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Apabila mereka mendiami tempat yang baru, mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam yang baru yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga organisasi mereka, misalnya penduduk dari daerah pantai mengungsi ke daerah gunung karena bencana Tsunami. Mereka harus beradptasi dengan lingkungan baru yang cuacanya lebih dingin dibandingkan di pantai. Selain itu mereka harus mencari mata pencaharian baru. Jika di pantai mereka berkerja sebagai nelayan maka di gunung mereka bisa menjadi petani atau berkebun. Penyebab yang bersumber pada lingkungan alam fisik kadang-kadang ditimbulkan oleh tindakan masyarakat itu sendiri.



2.       Perang 
Peperangan dengan negara lain memicu perubahan-perubahan karena negara yang menang akan memaksakan kebudayaan atau ideologi negaranya pada negara yang kalah. Maka, siapa yang kuat berarti ia berhak berkuasa dan yang kalah harus tunduk kepadanya. Hal itu dilakukan karena negara tersebut ingin memperluas wilayah kekuasaannya. Perang yang terjadi sangat lama juga menyebabkan berubahnya tingkat kesejahteraan pada orang-orang yang mendapatkan dampak peperangan tersebut.

3.       Kebudayaan Masyarakat Lain 
Kebudayan yang disebarkan oleh bangsa lain dapat mengakibatkan revolusi. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua kelompok masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik, yakni masing-masing masyarakat dapat memengaruhi masyarakat lainnya. Apabila pengaruh dari masyarakat tersebut diterima tidak karena paksaan, hasilnya dinamakan demonstration effect. Proses penerimaan pengaruh kebudayaan asing di dalam antropologi budaya dinamakan akulturasi. Apabila salah satu dari 2 kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih tinggi, maka yang terjadi adalah proses imitasi, yaitu peniruan terhadap unsur-unsur kebudayaan lain. 
Namun tak hanya tak sampai disitu saja ketika kita membicarakan perubahan keadaan budaya itu, karena tentunya berhubungan dengan perubahan struktur sosial dari masyarakat tersebut. Sebagai contoh, di Indonesia, generasi muda kita lebih senang menghabis waktu di pusat perbelanjaan seperti di Mall dari pada harus belajar disekolah ataupun dirumah. generasi muda kita juga sudah sangat lekat dengan berbudaya berpakaian yang kurang pantas untuk digunakan yang tidak mencerminkan kebudayaan timur di negeri kita. Mereka lebih senang bergaya ala kebarat-baratan dan menganggap budayanya sendiri "aneh".  Bahkan kini sudah banyak dari anggota masyarakat yang berasal dari suku budaya tertentu yang sudah meninggalkan kebudayaan asli sukunya yang seharusnya menjadi identitas kebudayaannya tersebut.